ubin ukuran raksasa
Info Menarik Review

Mengapa Ubin Ukuran Raksasa Kini Jadi Simbol Kemewahan Baru

Jika kita memutar waktu kembali ke era 90-an atau awal 2000-an, standar kemewahan lantai rumah biasanya didefinisikan oleh keramik ukuran 40×40 cm atau paling banter 60×60 cm. Saat itu, melihat ubin sebesar itu sudah dianggap “wah”.

Namun, dunia desain interior tidak pernah tidur. Dalam lima tahun terakhir, terjadi revolusi diam-diam namun masif di industri penutup lantai. Ukuran standar yang dulu kita kenal kini dianggap “biasa saja”. Panggung utama kini diambil alih oleh pemain baru yang ukurannya fantastis: Large Format Tiles atau sering disebut Big Slabs.

Kita berbicara tentang ubin granit berukuran 80×80 cm, 100×100 cm, 60×120 cm, bahkan yang mencapai ukuran raksasa melebihi 2 meter. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan evolusi estetika.

Mengapa semakin besar ukuran ubin dianggap semakin baik? Dan apakah tren ini cocok diterapkan di rumah hunian biasa, atau hanya untuk lobi hotel bintang lima?

Mari kita telusuri mengapa ukuran benar-benar berpengaruh dalam menciptakan nuansa ruang.

Kematian Garis Nat: Menuju “Infinity Look”

Alasan utama mengapa desainer interior tergila-gila pada Big Slab adalah musuh bebuyutan estetika lantai: Garis Nat (Grout Lines).

Secara visual, garis nat adalah “gangguan”. Bayangkan Anda melihat sebuah lukisan pemandangan indah, tapi lukisan itu dipotong-potong menjadi kotak kecil bergaris-garis. Keindahan lukisan itu pasti berkurang. Hal yang sama berlaku pada lantai.

Semakin kecil ukuran keramik, semakin banyak garis nat yang memotong lantai Anda. Garis-garis ini menciptakan “kebisingan visual” (visual noise) yang membuat ruangan terasa ramai, terkotak-kotak, dan sempit.

Sebaliknya, ubin format besar meminimalkan jumlah sambungan ini secara drastis. Ketika Anda menggunakan ukuran 120×60 cm atau 100×100 cm, lantai terlihat seperti hamparan batu utuh yang mengalir tanpa putus.

Inilah yang disebut Infinity Look (tampilan tanpa batas). Efek ini secara instan membuat ruangan—bahkan yang ukurannya mungil sekalipun—terasa jauh lebih luas, lega, dan seamless (menyatu).

Keindahan Motif yang Utuh

Selain soal keluwesan ruang, ukuran besar memberikan “kanvas” yang lebih luas bagi motif itu sendiri.

Pada keramik ukuran kecil, motif marmer atau batu alam sering kali terpotong secara paksa. Urat batu yang seharusnya panjang dan elegan menjadi putus-putus. Namun, pada Big Slab, produsen bisa mencetak motif urat marmer yang panjang dan utuh.

Bayangkan motif Statuario atau Carrara dengan urat abu-abu yang meliuk indah di atas permukaan putih seluas 1 meter persegi tanpa terpotong.

Hasilnya adalah replikasi kemewahan batu alam yang nyaris sempurna. Lantai Anda tidak lagi terlihat seperti susunan keramik, melainkan seperti lempengan batu yang diambil langsung dari pegunungan Italia.

Kebersihan: Sedikit Nat, Sedikit Masalah

Ada keuntungan fungsional di balik keindahan visual ini. Kita semua tahu bahwa bagian lantai yang paling cepat kotor dan paling sulit dibersihkan adalah nat. Nat semen bersifat menyerap noda, bisa berubah warna menjadi hitam, dan menjadi sarang bakteri atau lumut.

Logika sederhananya: Semakin besar ubin Anda, semakin sedikit garis nat yang Anda miliki.

Dengan menggunakan Big Slab, Anda mengurangi area tempat kotoran bisa bersembunyi hingga 50-70%. Ini menjadikan ubin format besar pilihan yang sangat higienis dan praktis, terutama untuk area dapur dan kamar mandi yang rentan kotor. Membersihkan permukaan granit yang licin jauh lebih mudah daripada menyikat sela-sela nat.

Tantangan di Balik Kemewahan

Namun, mengadopsi tren ini bukan tanpa tantangan. Ada alasan mengapa pemasangan Big Slab biasanya memakan biaya lebih tinggi.

  1. Tuntutan Kerataan (Leveling) Ubin raksasa tidak memiliki toleransi terhadap lantai yang bergelombang. Jika dasar lantai (screed) tidak rata 100%, ubin besar akan “jungkat-jungkit” atau menyisakan rongga udara. Persiapan lantai kerja harus dilakukan dengan sangat presisi, sering kali membutuhkan self-leveling cement.
  2. Teknik Pemasangan Khusus Anda tidak bisa meminta tukang pemula untuk memasang ubin ukuran 100×100 cm sendirian. Bobotnya berat dan riskan patah jika salah angkat. Dibutuhkan alat bantu seperti suction cup (kop kaca) dan minimal dua orang untuk mengangkatnya. Selain itu, penggunaan perekat (tile adhesive) dengan metode back-buttering (pengolesan ganda di lantai dan di punggung ubin) adalah hukum wajib untuk mencegah ubin kopong.

Tidak Hanya untuk Lantai

Salah satu keunikan tren Big Slab adalah fleksibilitasnya. Karena ukurannya yang masif dan minim sambungan, material ini mulai “naik” dari lantai ke area lain.

Kini lazim kita melihat Big Slab digunakan sebagai pelapis dinding kamar mandi (menggantikan keramik kecil), backsplash dapur, bahkan sebagai pelapis permukaan meja (table top) atau kitchen island. Ketahanan granit terhadap goresan dan panas menjadikannya alternatif yang lebih tangguh dan terjangkau dibandingkan marmer asli untuk permukaan furnitur.

Investasi Visual

Beralih ke ukuran besar adalah sebuah pernyataan gaya. Ini menunjukkan bahwa Anda menghargai kebersihan visual, modernitas, dan kelapangan ruang. Meskipun biaya material dan pemasangannya mungkin sedikit lebih tinggi dibanding keramik standar, dampak visual yang dihasilkan kemewahan yang timeless dan ilusi ruang yang luas adalah nilai investasi yang sepadan.

Tentu saja, kunci utama agar Big Slab terlihat sempurna adalah kualitas produksinya. Ubin berukuran besar memiliki risiko melengkung (bending) yang lebih tinggi jika proses pembakarannya tidak sempurna. Oleh karena itu, presisi adalah segalanya. 

Kobin Tiles adalah keramik asli Indonesia membuktikan keunggulannya. Koleksi Big Slab dan Large Format Tiles dari Kobin Tiles diproduksi dengan teknologi terkini yang menjamin tingkat kerataan (planarity) yang superior dan potongan siku yang presisi.

Dengan variasi motif yang elegan dan dimensi yang akurat, produk Kobin Tiles memungkinkan Anda mewujudkan hunian berkonsep seamless luxury dengan hasil akhir yang rapi, megah, dan memukau.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *